Penentuan Faktor Koreksi Displayed Dose Area (DAP) pada Pesawat Radiografi Sinar-X yang Tidak Terpasang DAP Meter

Authors

  • Adiwasono Matheus Budhi Setiawan Bagian Radiodiagnostik dan Radiologi Intervensional Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung Penulis
  • Dian Dwi Ariestanti Bagian Radiodiagnostik dan Radiologi Intervensional Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung Penulis
  • Bekti Sujatmiko Bagian Radiodiagnostik dan Radiologi Intervensional Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung Penulis

Keywords:

dosis radiasi, dose area product (DAP), faktor koreksi

Abstract

Estimasi dosis pasien yang akurat sangat penting dalam memprediksi efek deterministik maupun stokastik pada pasien. Pada alat radiografi yang sudah terpasang Dose Area Product (DAP) meter, perhitungan dosis bisa dilakukan secara langsung sehingga hasil lebih akurat, sedangkan pada alat radiografi yang tidak terpasang DAP meter, perhitungannya berdasarkan faktor eksposi dan jarak yang digunakan dengan formulasi perhitungan yang dirahasiakan oleh vendor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor koreksi antara displayed DAP dengan hasil pengukuran yang sesungguhnya, sehingga diharapkan estimasi dosis radiasi yang diterima pasien akan lebih akurat. Faktor koreksi ini diharapkan menjadi dasar perhitungan untuk pelaporan dosis pasien selanjutnya. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan menggunakan pesawat radiografi sinar-X GE Discovery XR656HD, multimeter sinar-X Raysafe X2 (RTI, Swedia) dan collimator test tools untuk mengukur luas kolimasi sinar-X. Skema pengukuran untuk verifikasi DAP merujuk pada TG 190 AAPM dengan modifikasi penggunaan styrofoam setebal 18 cm sesuai reference point (RP) alat ini. Hasil pengukuran DAP dibandingkan dengan displayed DAP untuk menentukan faktor koreksi (CF). Nilai CF yang semakin besar menunjukan hasil perhitungan displayed DAP pada alat ini lebih kecil dari dosis yang seharusnya (underestimate). Penentuan CF ini diharapkan dapat digunakan untuk mengkoreksi nilai displayed DAP sehingga proses perekaman dosis pasien pada pemeriksaan radiografi akan lebih akurat. Dengan perekaman dosis yang lebih akurat maka tindakan selanjutnya dalam optimasi dosis radiasi dan kualitas citra juga akan menjadi lebih tepat.

0 0

Published

2026-10-09